Tampilkan postingan dengan label Note of me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Note of me. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2022

Doa Ku

Doaku 

Semoga Allah selalu melindungi dan menjagaku dalam segala hal. 
Menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. 
Bisa bahagiakan diri sendiri, keluarga, orang lain. 

Mendapatkan kelimpahan rezeki biar bisa lebih sering berbagi.
Diberi nikmat sehat dan keberkahan 
Happiness. 

Semoga penantian panjangku, Allah beri  kebahagiaan dunia akhirat. 
Semoga mendapatkan jodoh impian dan terbaik pilihan Allah. 

Semoga Allah selalu menguatkanku di saat rapuh dan di saat dalam kondisi apapun. 

Selasa, 23 Oktober 2012

Menanti sebuah penantian

Ada saat-saat dimana aku merasa jenuh dan hampa dalam kesendirian. Disaat seperti itulah kadangkala harapan untuk bertemu dengan seseorang yang tidak hanya bisa menemani saat-saat kehampaan dalam kesendirian tapi juga dapat memberikan warna baru dalam kehidupanku. Berharap dapat menemukan sosok yang bersahaja dan selalu peduli, selalu membantu kapan pun dan dimana pun sekaligus menjadi tempat pengembangan diri dan berbagi ilmu hingga aku dapat menjadikan apa yang aku inginkan demi masa depan keluarga. Harapan yang cukup lama ada dihatiku tapi belum juga aku mendapatkannya. Kapankah dan siapakah yang aku tak tahu namanya akan datang dan hadir di kehidupanku. I will  wait a moment  it come true to me. Cz I really want to meet someone. Sampai berapa lama lagi aku harus mencari dan menunggu. Jiwa ini begitu dahaga akan cinta dan kasih yang terlalu lama hati ini tertutup rapat hingga aku sulit tuk mendapatkan apa yang aku inginkan, oh Tuhan, sampai kapankah aku menunggu. Ya Tuhan, jika Kau izinkan aku ingin segera bertemu dengan sosoknya, dengan jodohku. Jika dia memang bkn jodohku segeralah hapus perasaan itu dari hatiku sebelum cinta itu tumbuh dalam. 
Aku yakin suatu hari yang kuharapkan pasti datang. Entahlah kapan itu. Yang pasti itu adalah rahasia sang Khalik. Manunsia hanya bisa berharap dan berusaha. Tuhanlah yang berkehendak. Terkadang perasaan jenuh dan begitu hampa dalam hatiku tak seorang pun bisa menampung atau bahkan hanya sekedar memberi dorongan tak pernah aku rasakan sekalipun dengan orang-orang terdekat. Bagiku kenyamanan adalah hal terpenting. Mungkin karena hal inilah, pelarianku tertuju pada mencari separuh jiwaku yang hilang. Agar menjadi utuh dan menyatu dalam jiwaku. Jiwa dengan sebuah energi positif yang mampu memancarkan aura kebahagiaan dan kekuatan diri.


Aku hanya mampu berusaha dan menanti. Jika Engkau izinkan, ku hanya mampu menanti.
Menanti

Satu hasrat hadir dalam qalbu
Satu keinginan menanti di masa depan
Satu harapan dan cita memanggil jiwa
Menanti sebuah genggaman mimpi

Ketika hati dan jiwa dalam kesunyian
Kehampaan dan kesendirian hadir menemani
Tak lagi mampu menghalau kegalauan diri
Hanya mampu menanti tuk bertemu sosok impian

Menanti
Sampai kapankah ku terus menanti?
Ikhtiar dan doa selalu setia menemani
Berharap penantian itu akan terjawab

Tuhan,
Jika kau izinkan aku tuk menggapai penantian itu
Ku  ingin penantian itu menjadi hal yang paling membahagiakan untukku
Jika Kau mengizinkan, ku hanya mampu menanti




Rabu, 03 Oktober 2012

Prayer of me


Aku seperti berada diruang gelap yang ingin mencari secercah cahaya yang menerangi setiap langkahku. Kegelapan akan kehidupan yang ditempuh. Kehidupan diatas kehidupan orang lain. Tuhan, jagalah aku dari keterpurukan dan kebodohan. Jadikan aku seorang wanita yang memiliki kecerdasan dan kepintaran untuk orang lain dan keluarga. Tiada yang membahagiakan di dunia ini selain dapat meraih cita dan mimpi demi keluarga. Jadikan aku seorang wanita yang berpikiran kritis dan mampu survive ditengah gempuran persaingan. Tuhan, mudahkanlah aku segala sesuatunya dan mudahkanlah aku dalam menuntut ilmu. Tuhan, berilah kemudahan dalam menempuh studiku.

Thanks God


Aku tidak akan mengeluarkan airmata ku sekalipun itu adalah hal-hal yang menyakitkan. Aku tidak akan menangis sekalipun di depan orang yang berbuat jahat dan menyakiti perasaan di depan orang lain. aku tidak akan menunjukkan kelemahanku padanya. Tidak ada yang berkuasa terhadapku sekalipun itu adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan penting. Tidak akan ku keluarkan airmataku untuk orang-orang penindas!. Tidak akan ku keluarkan airmata demi sebuah kesalahan kecil atau besar yang ku lakukan terhadap orang lain karena bagiku tidak ada yang perlu ditangisi dari kesalahan. Itulah aku! Keras kepala but soft hearted! Jika orang lain keras, aku akan keras. Jika orang lain lembut, aku akan lembut. 
Thanks God, Kau telah menjaga aku sebagai seorang wanita hingga aku mampu menjaga airmataku untuk hal-hal yang bagiku tidak terlalu penting dan tidak perlu ditangisi. Thanks God, Kau telah menjaga ku ketika aku menghadapi hal-hal yang menyakitkan menimpaku. Memang sangat sakit, namun saat itu aku tidak mengeluarkan setetes airmata pun di depan orang lain. aku baru menangis dimalam hari ketika aku berserah diri kepadaNya. Mencurahkan hati dan pikiranku hanya kepadaNya. Ketika aku menyandarkan diri kepadaNya, saat-saat seperti itulah airmataku tumpah ruah membasahi pipi. Airmataku mengalir begitu saja. Sungguh begitu luar biasa!. Sebuah perasaan yang begitu lepas ketika aku bersandar kepadaMu.Thanks God forever. .

They are Inspiring me


Bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, mempunyai semangat yang tinggi untuk terus belajar. Memiliki budaya membaca yang sangat tinggi, bersikap kritis dan kehidupannya bersahaja. Sungguh pengalaman yang berharga sekali bisa bertemu dengan orang-orang seperti itu. Beruntung sekali bisa bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, mempunyai komitmen tinggi. 
Aku bersyukur bisa bertemu dengannya. Menjadi motivasi sekaligus menjadi inspirasi hidup. Belajar dari pengalaman dan juga kehidupan orang-orang seperti itu, bagaimana ia menghargai waktu dengan sangat baik, memanfaatkan waktu untuk bekerja pada keabadian yakni, membaca dan menulis. Sungguh orang-orang hebat. Mereka tahu bagaimana memanajemen diri dengan efektif sehingga membuat diri mereka melejit dengan mengukir sejuta prestasi di bidang dunia penulisan. Mereka sepertinya orang-orang yang tidak pernah mengenal kata ’menyerah’ atau pun kata ’ bosan’ untuk melakukan kegiatan membaca, diskusi, dan menulis. Menjadikan kegiatan tersebut menjadi rutinitas sehari-hari mereka. Mereka tahu bagaimana menggali potensi dirinya. So, sangat sayang  dilewatkan untuk belajar dari mereka dan mengambil contoh positif mereka untuk meningkatkan motivasi. 
Thanks god, telah mempertemukan aku dengan orang-orang seperti itu dan membangunkan satu kesadaran untuk bangkit dari keterpurukan diri oleh jalinan kemalasan dan kebodohan. Kini saatnya ’change revolusioner’ dengan lebih menghargai waktu dengan baik dan mengisinya dengan kegiatan membaca, mengkaji dan menulis. Itulah yang paling penting untuk mengasah kemampuan potensi kita dalam penalaran dan penulisan.

PERMASALAHAN DALAM MENULIS

By : Irma Yulianti


Bingung mau nulis apa yaa? Habis dari tadi hanya berkutat diam melihat-lihat file-file tulisan yang sudah-sudah jadi. Ya beginilah jadinya kebingungan menerjang dan menghajar bertubi-tubi. Hasilnya inilah akhirnya nulis catatan kecil ini. Otak ga ada inspirasi yang mau ditulis. Kehabisan kata-kata. Sulit untuk mengeluarkannya saat mau nulis. Ya beginilah masalah yang sering dihadapi oleh seorang penulis. Padahal ide sudah dapat tapi di awal bingung nyari-nyari kalimat awalannya. Mulai darimana ya? . hmm, kayaknya aku pikir itu tandanya kurang membaca dan latihannya tersendat-sendat. So, sepertti inilah jadinya. 1001 kebingungan. Heheheh. Eit ada satu lagi ketinggalan yang bikin bingung saat nulis yaitu kurangnya untuk menggali dan mengeksplor suatu peristiwa, masalah ataupun masalah-masalah yang sering kita alami dikehidupan sehari-hari. Ringkasnya, harus banyak berdiskusi tentang atau seputar apa saja.  Tentu hal ini akan mengasah insting daya nalar kita dan tentu saja akan menambah perbendaharaan kata. Buat yang kurang budaya diskusi, mari kita sama-sama belajar dan latihan ini. Walaupun diskusinya masih rendah-rendah belum tingkat tinggi. (Hehe sama dgn penulis sendiri). Minimal sedikit bisa menyalurkan dan mengeluarkan potensi otak kita. Jangan sampai potensi terbesar otak kita mendekam bisu tanpa kita keluarkan lewat sebuah kata lisan baru setelah itu diikat dengan tulisan.

Coba, guys, perhatikan dan lihat para pakar komunikasi. Mereka bisa sampai pandai berkomunikasi seperti itu karena mereka sudah terbiasa seperti itu dan sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Mereka budaya diskusinya sudah tinggi, maka jadilah mereka seperti ini. pakar komunikasi!.  Hmm...Keren ga?

Guys, dapat kita simpulkan bahwa bahasa dapat meningkatnya daya kekritisan seseorang. Aku contohkan misalnya, ada seorang yang mengikuti sebuah seminar. dia mendengarkan dengan penuh perhatian dan penuh konsentrasi.  Sebut saja misalnya si X. Boleh dibilang dia adalah tipe orang yang pasif. Dia memang pintar dan cerdas. Diakhir acara, seperti acara seminar lainnya tentu ada yang namanya sesi tanya jawab. Ketika mc mengambil alih acara untuk memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Tentunya saja Si X ini bukanlah tipe orang yang suka bertanya. Dia urungkan niat untuk tidak bertanya. Namun, salah satu temannya menyarankan untuk bertanya. ” bro ayo kita nanya yuk” loe aja sana deh, gw bingung mau nanya apa ga ada pertanyaan yang muncul di otak gw.  ”ah loe payah”. Lalu kemudian teman si X ini berusaha untuk menjebak temannya untuk bertanya. lalu dia mengacungkan tangannya sendiri. Tapi bukan dirinya sendiri yang mau bertanya namun untuk si X. Bukan kepalang terkejutnya si X akibat ulah  temannya. Kemudian si X memberanikan diri untuk bertanya dengan retorika. Memang sebelumnya dia tidak ada pertanyaan mau ditanyakan. Namun karena retorika dan keberanian, tiba-tiba muncul saja suatu pertanyaan  ketika hendak beretorika.. Serta dapat berpikir dengan jernih dibandingkan ketika hanya duduk diam mendekam kebisuan di otak. Tentu otak tidak akan terpanggil untuk melakukan potensi keberdayaan kita jika kita tidak segera melakukannya.
Inilah satu bukti bahwa bahasa itu dapat meningkatkan daya nalar kita apalagi diteruskan dengan kegiatan tulis menulis. Akan semakin menambah tajam daya kekritisan kita.

Nah, sampai sini pastinya sudah paham dan lebih mengerti tentunya bagaimana mengahadapi kebingungan saat nulis.
Guys, mari mulai dari sekarang budayakan menulis dalam kehidupan kita sehari-hari. Ayo menulis!. Let’s build up we writing confidence!